Dalam risalah Al-Qawaid Al-Arba’ (Empat Kaidah Utama), Syekh Muhammad At-Tamimi rahimahullah menyebutkan tiga tanda kebahagiaan yang dapat menjadi pedoman hidup bagi setiap Muslim. Tiga tanda tersebut adalah bersyukur ketika diberi nikmat, bersabar ketika diberi cobaan atau musibah, dan beristigfar ketika berbuat dosa.
Pertama, bersyukur ketika diberi nikmat. Syukur merupakan ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas segala karunia yang telah diberikan. Dengan bersyukur, seorang Muslim menyadari bahwa segala nikmat yang diperoleh berasal dari Allah SWT, sehingga ia akan senantiasa menjaga dan memanfaatkan nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya. Syukur juga dapat meningkatkan rasa puas dan bahagia dalam diri seseorang, karena ia merasa cukup dengan apa yang telah dimiliki.
Kedua, bersabar ketika diberi cobaan atau musibah. Sabar adalah sikap menerima dengan lapang dada segala ketentuan Allah SWT, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Ketika menghadapi cobaan atau musibah, seorang Muslim menyadari bahwa hal tersebut merupakan ujian dari Allah SWT yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaannya. Dengan bersabar, seorang Muslim akan lebih tegar dan kuat dalam menghadapi kesulitan hidup.
Ketiga, beristigfar ketika berbuat dosa. Istigfar adalah memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa, namun sebaik-baiknya orang yang berbuat dosa adalah yang segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Dengan beristigfar, seorang Muslim membersihkan diri dari dosa-dosa dan kembali kepada jalan yang benar.
Tiga tanda kebahagiaan ini saling berkaitan dan membentuk siklus kehidupan seorang Muslim yang ideal. Dengan bersyukur, bersabar, dan beristigfar, seorang Muslim akan senantiasa berada dalam naungan rahmat dan ridha Allah SWT, sehingga ia akan merasakan kebahagiaan yang hakiki dalam hidupnya.
Referensi dari berbagai sumber diolah Tim Media GAS.
Kunjungi IG dan FB kami giri_arta_syariah