Recency Bias atau Bias Kedekatan adalah perangkap psikologis yang paling sering menjebak investor pemula, khususnya Gen Z yang selalu terpapar informasi real-time dan tren viral. Secara sederhana, bias ini adalah kecenderungan untuk memberikan bobot berlebihan pada kejadian yang paling baru terjadi, sambil mengabaikan data historis dan fundamental jangka panjang. Jika Anda melihat harga saham A naik 30% dalam sebulan terakhir, Recency Bias membuat Anda yakin saham itu akan terus naik, sehingga Anda terdorong untuk berinvestasi besar-besaran tanpa menganalisis kesehatan perusahaan. Inilah akar dari banyak keputusan investasi yang didasari oleh Fear of Missing Out (FOMO) dan bukan oleh riset yang matang.
Dampak dari bias ini sangat berbahaya bagi strategi investasi jangka panjang. Pertama, Recency Bias menyebabkan kita membeli aset di harga puncak (buying the high) setelah harganya sudah terlanjur melambung tinggi, hanya karena kita tergiur oleh return sesaat yang baru muncul di berita. Kedua, bias ini juga bekerja saat pasar sedang turun. Jika pasar anjlok 10% dalam seminggu, investor pemula akan panik dan melakukan cut loss (menjual rugi) karena mereka hanya mengingat kerugian terbaru, padahal secara historis, pasar saham selalu pulih dan memberikan return positif dalam jangka waktu yang panjang.
Lalu, bagaimana cara Gen Z melawan bias berbahaya ini? Kuncinya adalah disiplin dan obyektivitas. Daripada mengikuti hype di media sosial atau forum investasi, fokuslah pada fundamental perusahaan, tujuan investasi jangka panjang Anda, dan diversifikasi portofolio. Selalu ingat bahwa return 10 tahun terakhir jauh lebih relevan daripada return 10 hari terakhir. Gunakan sistem Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu investasi rutin dengan jumlah yang sama, terlepas dari kondisi pasar, untuk menghilangkan emosi dalam pengambilan keputusan.
Kesimpulannya, investasi yang sukses bukanlah tentang mencari cuan cepat atau mengejar tren terbaru. Keuangan yang sehat membutuhkan pola pikir maraton, bukan sprint. Dengan mengenali dan melawan Recency Bias, Gen Z dapat melindungi modal mereka dari volatilitas emosi dan membangun kekayaan secara konsisten dan terencana. Jadi, sebelum Anda menekan tombol beli hanya karena ada kabar viral, tarik napas, lihat data historis, dan tetap patuhi rencana awal Anda.
Referensi dari berbagai sumber diolah Tim Media GAS.
Kunjungi IG dan FB kami giri_arta_syariah