Seringkali dalam hidup, kita merasa tertekan oleh perbandingan. Melihat pencapaian orang lain, baik di media sosial maupun dalam lingkungan terdekat, terkadang memicu perasaan tertinggal, cemas, atau bahkan iri. Namun, penting untuk selalu mengingat sebuah hikmah mendalam yang diabadikan dalam Al-Qur’an, yaitu “Jangan pernah merasa tertinggal, setiap orang punya proses dan rezekinya masing-masing.” Kutipan ini, meskipun sering dikaitkan dengan Surah Maryam ayat 4, sebenarnya lebih merupakan sebuah nilai universal yang ditekankan dalam banyak ajaran spiritual, menyoroti individualitas perjalanan hidup dan takdir ilahi.
Setiap individu memiliki garis waktu dan jalannya sendiri. Ada yang mencapai kesuksesan di usia muda, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan passion atau meraih tujuan mereka. Perjalanan ini tidak bisa dibandingkan secara langsung, karena faktor-faktor yang memengaruhinya begitu kompleks dan unik. Latar belakang, kesempatan, usaha, hingga takdir, semuanya membentuk mozaik kehidupan yang berbeda bagi setiap orang. Memahami ini membantu kita untuk berfokus pada perkembangan diri sendiri, alih-alih terpaku pada apa yang orang lain miliki atau capai.
Konsep rezeki, dalam konteks ini, tidak hanya terbatas pada materi. Rezeki bisa berarti kesehatan, keluarga yang harmonis, teman yang suportif, ilmu pengetahuan, atau bahkan kedamaian hati. Setiap bentuk rezeki ini datang pada waktu dan cara yang paling tepat menurut ketetapan llahi. Oleh karena itu, daripada meratapi apa yang belum kita miliki, lebih baik mensyukuri rezeki yang telah ada dan berikhtiar untuk mendapatkan rezeki lainnya dengan cara yang halal dan berkah. Keyakinan akan rezeki yang sudah diatur ini menumbuhkan ketenangan dan kepercayaan diri.
Dengan demikian, marilah kita senantiasa memegang teguh prinsip ini. Berhentilah membandingkan diri dengan orang lain. Fokuskan energi pada pengembangan potensi diri, bersyukur atas setiap anugerah, dan teruslah berproses dengan keyakinan bahwa rezeki terbaik akan datang pada waktunya. Setiap langkah yang kita ambil, setiap usaha yang kita lakukan, adalah bagian dari proses pribadi menuju takdir terbaik yang telah digariskan.
Referensi dari berbagai sumber diolah Tim Media GAS.
Kunjungi IG dan FB kami giri_arta_syariah