Sebagai Gen Z, kita sering terjebak di antara dua pilihan yang terasa kontradiktif FOMO (Fear of Missing Out) dan JOMO (Joy of Missing Out). FOMO mendorong kita untuk terus mengikuti tren, hangout di kafe viral, dan memiliki outfit terbaru, demi tidak merasa ketinggalan dari teman-teman di media sosial. Di sisi lain, JOMO mengajak kita untuk menikmati ketenangan dan kebahagiaan dari hal-hal sederhana, bahkan jika itu berarti melewatkan keseruan yang dipamerkan di feed Instagram. Memilih antara mengejar gaya hidup yang terlihat sempurna di mata orang lain atau mengejar ketenangan finansial yang memberikan rasa aman adalah hal yang penting.
Tekanan sosial dan perbandingan, terutama di era media sosial, adalah bahan bakar utama FOMO. Kita melihat teman-teman liburan ke luar negeri, membeli barang mewah, atau menghadiri festival musik, dan tanpa sadar kita merasa kurang. Perasaan ini mendorong kita untuk mengeluarkan uang di luar kemampuan demi menciptakan citra diri yang sukses. Akibatnya, alih-alih merasa bahagia, kita justru sering terjebak dalam lingkaran utang dan kecemasan. Uang yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi masa depan atau dana darurat, malah habis untuk memenuhi standar gaya hidup yang sebenarnya tidak kita butuhkan.
Namun, ada jalan lain. Kebahagiaan finansial yang otentik tidak datang dari seberapa banyak uang yang kita habiskan, tapi dari seberapa bijak kita mengelolanya. Mengadopsi JOMO bukan berarti kita harus hidup miskin atau anti-sosial. JOMO adalah tentang menemukan kebahagiaan dari apa yang kita miliki, bukan apa yang orang lain miliki. Ini tentang membuat keputusan finansial yang sadar dan sesuai dengan nilai-nilai pribadi kita. Mungkin kita memilih untuk tidak membeli kopi setiap hari agar bisa menabung untuk hobi yang benar-benar kita cintal, atau memilih untuk tidak ikut liburan mewah agar bisa menginvestasikan uang untuk pendidikan.
Pada akhirnya, kunci untuk menemukan kebahagiaan finansial otentik adalah dengan mendefinisikan apa yang benar-benar penting bagi kita. Mulailah dengan jujur pada diri sendiri. Ketika kita berani jujur pada diri sendiri, kita bisa membebaskan diri dari jebakan FOMO. Dengan fokus pada JOMO, kita bisa membangun fondasi finansial yang kuat, yang pada akhirnya memberikan kebebasan dan ketenangan pikiran. Karena pada akhirnya, rasa aman dari memiliki kontrol atas uang kita jauh lebih berharga daripada like atau view di media sosial.
Referensi dari berbagai sumber diolah Tim Media GAS.
Kunjungi IG dan FB kami giri_arta_syariah