Surat Yasin, salah satu surah dalam Al-Qur’an, mengandung banyak ayat yang menjelaskan tentang kebesaran Allah SWT. Salah satu ayat yang menarik perhatian adalah ayat 40, yang berbunyi:
لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلُّ فِي
فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
Artinya: “Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.”
Ayat ini menggambarkan dengan jelas betapa teraturnya jagad raya ini. Matahari, bulan, siang, dan malam memiliki orbitnya masing-masing yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Tidak ada satu pun dari benda-benda langit tersebut yang saling bertabrakan atau keluar dari jalur yang telah ditentukan.
Keteraturan ini adalah bukti nyata akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT sebagai Sang Pencipta. Dia-lah yang mengatur seluruh alam semesta ini dengan sempurna, tidak ada satu pun kesalahan atau kekurangan.
Sebagai seorang Muslim, kita seharusnya semakin menyadari betapa pentingnya untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT. Keteraturan jagad raya ini seharusnya membuat kita semakin kagum akan kebesaran-Nya dan semakin taat kepada perintah-Nya.
Selain itu, ayat ini juga mengandung pelajaran tentang pentingnya menghargai waktu. Siang dan malam yang datang silih berganti seharusnya menjadi pengingat bagi kita untuk selalu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
Kunjungi IG dan FB kami giri_arta_syariah