Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali dihadapkan pada situasi yang tidak terduga. Kadangkala, kita merasa bahwa segala sesuatu sudah diatur oleh Allah SWT, dan kita hanya perlu menerima apa yang telah ditakdirkan. Namun, apakah benar bahwa kita hanya perlu menerima takdir tanpa melakukan usaha dan do’a.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman, “Dan katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia akan memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.'”(QS. At-Taubah: 105). Ayat ini menunjukkan bahwa kita harus melakukan usaha dan berdo’a untuk mencapai tujuan kita.
Dalam QS. Ghafir Ayat 60, Allah SWT berfirman, “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku akan menjawabnya. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina!” Ayat ini menunjukkan bahwa kita harus berdo’a kepada Allah SWT untuk mencapai tujuan kita, dan bahwa do’a kita akan dijawab oleh Allah SWT.
Dalam melakukan usaha dan do’a, kita harus memiliki kesabaran dan kepercayaan yang kuat kepada Allah SWT. Kita harus terus berdo’a dan berusaha sampai kita mencapai tujuan kita, dan sampai kita dapat mengucapkan “Alhamdulillah” atas nikmat yang telah kita terima. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT.
Dalam kesimpulan, kita harus memiliki kesadaran bahwa takdir milik Allah SWT, tapi usaha dan do’a milik kita. Kita harus terus berdo’a dan berusaha untuk mencapai tujuan kita, dan memiliki kesabaran dan kepercayaan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, dan mencapai kebahagiaan dan kesuksesan dalam kehidupan ini.
Kunjungi IG dan FB kami giri_arta_syariah